Ia menegaskan, operasional Trans Banyumas tidak sepenuhnya dikelola pemerintah daerah. Layanan tersebut didukung oleh investasi swasta melalui PT Banyumas Raya Transportasi yang merupakan konsorsium pelaku usaha transportasi lokal. Sejumlah pemilik angkutan kota juga ikut ambil bagian dalam penyediaan armada secara kolektif.
Pemanfaatan pintu barat ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan penumpang. Pasalnya, fasilitas di sisi tersebut dinilai lebih representatif, termasuk adanya lorong berpendingin udara yang menjadi alternatif akses lebih nyaman dibandingkan pintu timur.
Sadewo juga menilai Purwokerto sebagai salah satu tujuan utama arus mudik nasional. Ia menyebut, berdasarkan data KAI, jumlah penumpang yang turun di Stasiun Purwokerto saat Lebaran bahkan melampaui Yogyakarta.
Sementara itu, Direktur Banyumas Raya Transportasi, Ipoeng Martha Marsikun, mengatakan pada tahap awal terdapat tiga koridor Trans Banyumas yang melayani akses ke pintu barat, yakni koridor 1 rute Ajibarang, koridor 3A dari Terminal Bulupitu, dan koridor 3B dari kawasan Beji UMP. Integrasi ini diharapkan mempermudah akses masyarakat dari berbagai wilayah menuju stasiun.
Di sisi lain, KAI Daop 5 Purwokerto tengah menyelesaikan pembangunan area parkir di sisi barat stasiun. Vice President KAI Daop 5, Mohamad Arie Fathurrochman, menyebut fasilitas tersebut akan mendukung integrasi transportasi sekaligus mengurangi kepadatan kendaraan di sisi timur.
Ia berharap keberadaan fasilitas baru ini mampu mengurai kemacetan, khususnya di sekitar Jalan Kober. Pembangunan tersebut ditargetkan segera rampung dan akan diuji coba dalam waktu dekat.













