JAKARTA, MyInfo.ID – Pencarian jurnalis hilang di Selat Sunda memasuki hari keenam pada Minggu (13/9/2026). Tim SAR Gabungan memperluas operasi dengan mengerahkan 15 kapal dan satu helikopter untuk menyisir perairan selatan Selat Sunda.
Rombongan jurnalis tersebut sebelumnya menumpangi speedboat Arupadhatu 1 untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Namun, komunikasi dengan rombongan terputus dan hingga hari keenam keberadaan mereka masih dalam pencarian.
Area Pencarian Jurnalis Hilang Dibagi Enam Sektor
Sebanyak 15 kapal yang terlibat dalam operasi berasal dari sejumlah unsur, termasuk Basarnas, TNI Angkatan Laut, Kepolisian, dan unsur lainnya.
Untuk memperluas jangkauan pencarian, wilayah operasi laut dibagi menjadi lima sektor. Sektor V memiliki luas 840 nautical mile persegi dan melibatkan KRI Kerambit serta KRI Teluk Gilimanuk.
Sementara Sektor W seluas 1.120 nautical mile persegi menjadi area operasi KAL Anyer. Sektor Z dengan luas 809 nautical mile persegi disisir KN SAR Basudewa dan KN SAR Antasena.
Sektor Y memiliki luas 497 nautical mile persegi dengan KP Sanjaya dan KRI Lepu sebagai unsur pencarian. Adapun Sektor X seluas 681 nautical mile persegi melibatkan delapan kapal, yakni KN SAR Tetuka, RBB Peucang, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, KP 2016, KP 2013, KM Garuda, dan KM Bima.
Kasie Operasi dan Siaga Basarnas Banten Rizky Dwianto mengatakan, operasi hari keenam juga mendapat dukungan satu helikopter HR-3604 milik Basarnas.
“Total alut yang melaksanakan pencarian hari ini ada 15 kapal dan 1 helikopter HR-3604 milik Basarnas,” kata Rizky dalam keterangan video Kantor SAR Banten, Minggu (13/9/2026).















