Solusi Bangun Indonesia Bagikan Dividen Rp329,3 Miliar

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk membagikan dividen sebesar Rp329,3 miliar atau setara 50 persen dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp658,7 miliar. Foto: Istimewa
banner 120x600

JAKARTA, MyInfo.ID – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk membagikan dividen sebesar Rp329,3 miliar atau setara 50 persen dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp658,7 miliar.

Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar akhir pekan ini.

Pembagian dividen ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham, di tengah tekanan yang masih membayangi industri semen nasional.

Direktur Utama Rizki Kresno Edhie Hambali mengatakan, tahun 2025 menjadi periode yang penuh tantangan bagi industri semen.

Meski demikian, perusahaan tetap mampu menjaga kinerja melalui efisiensi operasional dan penguatan sinergi bersama induk usaha, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.

“Melalui disiplin operasional, penguatan sinergi bersama SIG, serta transformasi komersial, Perseroan mampu menjaga profitabilitas dan memperkuat fundamental untuk pertumbuhan bisnis jangka panjang,” ujar Rizki.

Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menyetujui sejumlah agenda lain, di antaranya pengangkatan kembali Yasuhide Abe sebagai direktur hingga 2031, pengesahan laporan tahunan dan laporan keuangan tahun buku 2025, penunjukan Kantor Akuntan Publik Liana Ramon Xenia & Rekan sebagai auditor tahun buku 2026, hingga penetapan remunerasi direksi dan dewan komisaris.

Sepanjang 2025, industri semen domestik menghadapi tantangan akibat kelebihan kapasitas produksi, kenaikan biaya energi dan komoditas, serta persaingan pasar yang semakin ketat.

Kondisi tersebut turut berdampak terhadap kinerja perusahaan, terutama akibat kontraksi volume industri sebesar 4,5 persen dan penurunan konsumsi semen nasional sebesar 1,5 persen.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow