News  

1,2 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabotabek, Trans Jawa Dominasi Arus Mudik

GT Cikampek Utama ke arah Trans Jawa. Foto: Ilustrasi/Jasa Marga

Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB), sistem satu arah (one way) diberlakukan di ruas tol utama.

Rekayasa lalu lintas ini dimulai dari KM 70 ruas Tol Jakarta–Cikampek hingga KM 421 ruas Tol Semarang–Solo, dan berlaku sejak 17 Maret 2026 pukul 12.00 hingga 20 Maret 2026 pukul 24.00 waktu setempat.

Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan menuju arah timur yang menjadi tujuan utama pemudik.

Selain rekayasa lalu lintas, Jasa Marga juga menyiapkan jalur alternatif berupa tol fungsional di beberapa ruas.

Beberapa di antaranya adalah Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulon Progo, Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi, Tol Jakarta–Cikampek II Selatan, serta Tol Yogyakarta–Bawen.

Sebagian ruas tersebut sudah dioperasikan dan mendapat respons positif dari pengguna jalan karena membantu memperlancar arus mudik.

Jasa Marga memprediksi puncak arus mudik terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026. Oleh karena itu, masyarakat diminta merencanakan perjalanan dengan matang.

“Jasa Marga memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan terjadi hari ini pada Rabu, 18 Maret 2026, sehingga pengguna jalan perlu mengantisipasi lonjakan volume kendaraan dengan perencanaan perjalanan yang matang. Karena itu, kami mengimbau pengguna jalan untuk merencanakan perjalanan dengan baik dengan memanfaatkan informasi lalu lintas secara real time melalui aplikasi Travoy serta siaran Radio Travoy FM, sehingga perjalanan dapat berlangsung lebih lancar, aman, dan nyaman,” tutup Rivan.

Pengguna jalan tol diimbau memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum berangkat. Selain itu, pemudik diminta cukup beristirahat di rest area, memastikan kecukupan bahan bakar, serta saldo uang elektronik.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow