News  

Ziarah ke Makam Raden Joko Kaiman Awali Peringatan Hari Jadi ke-455 Banyumas

Ziarah ke makam Raden Joko Kaiman. Foto: Pemkab Banyumas

Sadewo juga menyoroti sikap ksatria dan ketulusan Raden Joko Kaiman yang menjadi teladan kepemimpinan. Setelah diangkat sebagai Adipati oleh Sultan Pajang Hadiwijaya, Raden Joko Kaiman memilih membagi wilayah kekuasaan kepada saudara iparnya.

“Rikalane esih sugeng, panjenengane Raden Joko Kaiman ngetonaken dharma bekti sing luhur, ora duwe pamrih kanggo kepentingane dewek, nanging kabeh kanggo murakabi tumraping para kawula. Wektu jumeneng Adipati Wirasaba, kadipaten kapara dadi papat, dipasrahaken maring ipe-ipene. Panjenengane milih laladan Kejawar sing sebanjure dibangun dadi kadipaten sing sikine Kabupaten Banyumas. Merga kuwe, kanjeng Adipati Warga Utama II diparingi gelar Adipati Mrapat, sing tegese kanjeng Adipati mbagi wewengkon kadipaten wirasaba dadi patang perangan, yakuwe Banjarpertambakan, Merden, Wirasaba, lan Kejawar utawa sikine Banyumas,” lanjut Sadewo.

Keputusan tersebut menjadi fondasi terbentuknya wilayah Banyumas seperti yang dikenal saat ini. Nilai pengabdian tanpa pamrih inilah yang, menurut Sadewo, perlu diwarisi oleh generasi sekarang.

Selain sebagai penghormatan kepada pendiri daerah, ziarah ini juga dimaknai sebagai ajakan refleksi bagi para pemimpin dan masyarakat Banyumas.

“Tujuan kami berziarah adalah untuk mendoakan Raden Joko Kaiman, Bupati pertama Banyumas, yang telah meletakkan fondasi bagi kemajuan daerah ini hingga saat ini,” tambahnya.

Prosesi ditutup dengan tabur bunga yang dipimpin langsung oleh Bupati Sadewo dan diikuti seluruh peserta.

Usai kegiatan, ratusan warga yang telah menunggu di sekitar kompleks makam menyambut rombongan. Dalam tradisi tahunan tersebut, Bupati bersama pimpinan daerah turut membagikan uang kepada warga yang hadir.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow