Menurutnya, pendekatan berbasis riset perlu dikolaborasikan dengan kebutuhan industri agar solusi yang dihasilkan tidak berhenti di tataran teori.
Kepala KPw BI Purwokerto, Christoveny, menambahkan bahwa energi alternatif berbasis limbah menjadi bagian penting dalam strategi ekonomi berkelanjutan.
“Bank Indonesia mendukung inisiatif kolaboratif seperti ini sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, termasuk melalui pengembangan energi alternatif berbasis pengelolaan limbah,” ungkapnya.
Sementara itu, keynote speech disampaikan oleh Muliaman D. Hadad yang menyoroti pentingnya dukungan pembiayaan dalam pengembangan energi terbarukan.
“Danantara berperan strategis dalam memperkuat pembiayaan sektor energi, khususnya dalam pengembangan waste to energy yang tidak hanya berdampak pada ketahanan energi, tetapi juga pada pengelolaan lingkungan yang lebih baik,” jelasnya.
Tak hanya berhenti pada diskusi, kegiatan ini juga membuka ruang pembelajaran langsung melalui kunjungan ke fasilitas pengolahan sampah. Langkah ini diharapkan mampu memperkaya perspektif peserta sekaligus mendorong implementasi nyata di daerah.
Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat mempercepat pengembangan energi alternatif di Indonesia, khususnya berbasis limbah.













