“Hasil ini tentu tidak jauh dari dukungan Ormawa pengusul, tim pelaksana, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, dosen pendamping, Biro Kemahasiswaan dan Alumni, Tim Taskforce PPK Ormawa, serta pimpinan universitas. Dukungan tersebut diberikan secara menyeluruh, baik material maupun nonmaterial, mulai dari tahap pra-pendanaan, pendanaan, pasca-pendanaan, hingga Abdidaya PPK Ormawa,” jelasnya.
Ia menambahkan, UMP telah menerapkan pola pendampingan mahasiswa secara berkesinambungan, bahkan sebelum program PPK Ormawa resmi diluncurkan oleh kementerian. Proses ini dilakukan untuk menjaring ide-ide program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan selaras dengan tema nasional.
Tak hanya itu, kampus juga melibatkan para pakar PPK Ormawa untuk membekali mahasiswa dan tim taskforce agar program berjalan terarah dan berkelanjutan. Monitoring serta evaluasi rutin setiap bulan dilakukan guna memastikan dampak nyata program di desa sasaran.
“Harapan kami, prestasi ini tidak berhenti sampai di sini. Semoga ke depan semakin banyak prestasi mahasiswa UMP, khususnya dalam program hibah kemahasiswaan yang diselenggarakan oleh Kemendiktisaintek. Capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa dan ormawa untuk menumbuhkan jiwa kompetisi yang sehat, sehingga UMP mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya.
Dengan pencapaian ini, UMP semakin mengukuhkan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun kepemimpinan sosial mahasiswa dan mendorong kontribusi nyata dalam pembangunan serta pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.













