“Mudah-mudahan selama empat hari ke depan TKA berjalan lancar dan anak-anak bisa mendapatkan hasil yang membanggakan bagi mereka dan orangtuanya,” harap Siti Holilah.
Dirjen Gogot kembali menegaskan bahwa TKA tidak bersifat wajib dan tidak memengaruhi kelulusan siswa. Tes ini lebih difokuskan sebagai sarana untuk mengukur kemampuan akademik peserta didik.
“Tidak ada keterpaksaan kami kami mengedepankan pelaksanaan TKA yang jujur dan gembira,” ujar Gogot.
Senada dengan itu, Ali Mukodas, Kepala Bidang SMP-SMA Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, menambahkan:
“Alhamdulilah pelaksanaan TKA di sini lancar dan kami menilai TKA ini bermanfaat karena hasilnya dibutuhkan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.”
Ali menjelaskan, dari total 62.173 siswa di DKI Jakarta, sebanyak 59.830 siswa atau 96,31 persen mengikuti TKA tahun ini.
“Kami tidak pernah memaksakan anak ikut TKA, melainkan kami menyampaikan kebijakan ini bisa diikuti dan bermanfaat jika mereka ikut TKA,” ungkapnya.
Usai pelaksanaan TKA, para peserta mengaku lega dan puas dengan proses ujian. Siswa kelas 12 SMAN 78, Revo Syailendra, mengatakan tes berlangsung tertib dan sesuai jadwal.
“Secara perasaan saya lega. TKA berjalan lancar, proktor responsif. Tes dimulai tepat waktu, tidak ada kendala token, akses soal lancar,” ungkap Revo.
Ia menilai soal yang diberikan cukup menantang dan mendorong siswa untuk lebih banyak berlatih.
“TKA menurut saya hadir untuk menguji sejauh mana pemahaman kita materi pelajaran. Oleh karena itu, menurut saya lebih baik teman-teman lebih banyak mengerjakan latihan soal daripada sekadar membaca atau menonton simulasi di YouTube,” tambahnya.
Revo juga menyebut hasil TKA akan dimanfaatkan untuk persiapan SNBP, serta mengapresiasi sekolah yang telah memberikan try out guna melatih kemampuan siswa.
“Untuk teman-teman yang belum ikut TKA, terus semangat, yakin akan kemampuan diri sendiri bahwa kalian bisa,” tuturnya.
Hal senada diungkapkan Bilqis dan Clarisa, sesama siswa kelas 12.
“Kebanyakan soalnya analisis maka kalian harus sering berlatih supaya terbiasa,” kata Bilqis.
“Manajemen waktu juga dibutuhkan dengan baik, agar waktu yang tersedia dapat kalian manfaatkan semaksimal mungkin untuk menjawab cepat dan tepat,” pungkas Clarisa.













