PURWOKERTO, MyInfo.ID – Gempa Selatan Jawa terjadi secara beruntun. Sepanjang gempa hari ini, Selasa 27 Januari 2026, BMKG mencatat tiga gempa mengguncang wilayah selatan Pulau Jawa dalam rentang waktu sekitar enam jam. Dua di antaranya merupakan gempa darat, sementara satu lainnya terjadi di laut.
Rangkaian gempa ini menjadi penanda bahwa aktivitas tektonik di zona selatan Jawa masih berlangsung aktif dan terus dipantau oleh BMKG.
Gempa pertama terjadi pada pagi hari. Gempa bumi magnitudo 5,5 mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, pada pukul 08.20 WIB. Getaran gempa dirasakan cukup luas, bahkan hingga Pulau Bali dan Purworejo, Jawa Tengah.
BMKG melaporkan episenter gempa berada di koordinat 8.14 Lintang Selatan dan 111.33 Bujur Timur, sekitar 25 kilometer timur laut Pacitan, dengan kedalaman 105 kilometer.
BMKG menjelaskan bahwa data magnitudo yang dirilis masih bersifat sementara dan dapat mengalami pembaruan seiring masuknya data tambahan dari sistem pemantauan.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan karakteristik gempa tersebut.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik,” jelasnya.
Berdasarkan skala intensitas, gempa Pacitan dirasakan III–IV MMI di Pacitan, Karangkates, dan Tulungagung. Getaran juga dirasakan di Malang, Nganjuk, Ponorogo, Blitar, Madiun, hingga wilayah Bali dan DIY dengan intensitas II–III MMI.
BMKG belum menerima laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.
Beberapa jam kemudian, gempa hari ini kembali terjadi. Pada pukul 13:15:32 WIB, wilayah Bantul dan sekitarnya diguncang gempa bumi tektonik magnitudo 4,5.
BMKG mencatat episenter gempa berada di darat, tepatnya 16 kilometer timur Bantul, pada koordinat 7.87 Lintang Selatan dan 110.49 Bujur Timur, dengan kedalaman 11 kilometer.
Daryono menjelaskan penyebab gempa tersebut.
“Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Opak,” ujarnya.
Getaran dirasakan di Bantul, Gunungkidul, Kulon Progo, Sleman, Kota Yogyakarta, dan Klaten dengan intensitas III MMI. Sementara wilayah Wonogiri, Purworejo, Trenggalek, Solo, Pacitan, dan Magelang merasakan gempa dengan intensitas II MMI.
BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami, serta belum ada laporan kerusakan akibat peristiwa tersebut.
Menjelang sore, tepatnya pukul 15:18:31 WIB, gempa Selatan Jawa kembali terjadi. Kali ini, gempa bumi magnitudo 4,2 mengguncang wilayah Cilacap dan sekitarnya.
BMKG mencatat episenter gempa berada di laut, sekitar 61 kilometer selatan Cilacap, pada koordinat 8.27 Lintang Selatan dan 109.09 Bujur Timur, dengan kedalaman 34 kilometer.
Daryono menjelaskan sumber gempa tersebut.
“Lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif bawah laut,” ujarnya.
Gempa ini dirasakan di Cilacap dengan intensitas II–III MMI, serta di Purworejo dengan intensitas II MMI. BMKG kembali menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami dan belum menimbulkan dampak kerusakan.
Hingga pukul 15:48 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan belum terdeteksi aktivitas gempa susulan (aftershock) pascaterjadinya rangkaian gempa tersebut.
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak tetap tenang, tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG terkait perkembangan gempa hari ini dan potensi lanjutan di wilayah Selatan Jawa.













