Dalam jangka pendek, program ini ditargetkan mampu membantu aktivitas komunikasi sehari-hari di sekolah. Sementara dalam jangka panjang, teknologi tersebut diharapkan dapat diadopsi lebih luas di berbagai daerah di Indonesia.
Tim pengabdian terdiri dari Melinda Br Ginting sebagai ketua, bersama anggota Muhammad Panji Kusuma Praja dan Khoirun Ni’amah.
Untuk menjaga keberlanjutan program, kolaborasi juga diperluas, termasuk rencana kerja sama dengan PUSBISINDO dalam pendampingan bahasa isyarat.
“Semoga inovasi ini bisa terus berkembang dan memberi manfaat nyata, sekaligus menginspirasi sivitas akademika untuk menghadirkan pengabdian yang berkelanjutan,” tutupnya.
Program ini menjadi bagian dari komitmen Telkom University Purwokerto dalam mendorong inovasi pengabdian masyarakat yang tidak hanya solutif, tetapi juga berdampak luas.
Di tengah tantangan inklusivitas, pendekatan berbasis teknologi dinilai menjadi salah satu kunci untuk membuka akses yang lebih adil, terutama bagi kelompok disabilitas komunikasi di Indonesia.













