News  

Tambang Pasir Diduga Picu Banjir Lumpur di Banyumas, Wagub Taj Yasin Siap Turun Tangan

Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen. Foto: Ist

Kekhawatiran masyarakat disampaikan langsung oleh perwakilan warga Sumbang, Rasiwen, dalam forum tersebut. Ia mengungkapkan dampak yang dirasakan warga akibat banjir lumpur yang datang berulang.

“Ikan-ikan di kolam pada mati semua karena keracunan lumpur pekat. Kami menduga ini akibat adanya penambahan aktivitas pasir di Dusun Blembeng, Gandatapa,” tuturnya.

Menurutnya, letak geografis Kecamatan Sumbang yang berada di lereng Gunung Slamet membuat wilayah tersebut rawan terhadap potensi bencana. Aktivitas penambangan di bagian hulu dinilai memperbesar risiko banjir bandang maupun longsor di kemudian hari.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengambil langkah terhadap aktivitas penambangan di kawasan lereng Gunung Slamet. Selain penghentian sementara operasional, pengawasan dan penegakan aturan juga dilakukan sesuai kewenangan pemerintah daerah.

Kasus di Dusun Blembeng dinilai memiliki kemiripan, sehingga evaluasi menyeluruh akan dilakukan untuk memastikan apakah aktivitas tambang benar-benar menjadi pemicu kerusakan lingkungan.

Dalam forum yang mengangkat tema Perempuan Berdaya Indonesia Berdaya itu, warga berharap pemerintah tidak sekadar melakukan evaluasi, tetapi juga mengambil keputusan tegas.

“Permohonan kami satu, hendaknya izin untuk penambangan pasir yang berada di Dusun Blembeng segera dicabut demi ketenangan kami semua,” pungkasnya.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow