News  

Status Semeru Naik ke Level Awas, BNPB Evakuasi Ratusan Warga

Status Semeru Naik ke Level Awas, BNPB Evakuasi Ratusan Warga. Foto: BPBD Kabupaten Lumajang

Semeru erupsi pertama kali pada pukul 14.13 WIB, mengeluarkan awan panas guguran yang menjalar hingga 13 kilometer. Laporan PVMBG mencatat awan panas mengarah ke sektor tenggara dan selatan, termasuk area Besuk Kobokan.

Secara visual, awan panas terpantau meluncur sejauh kurang lebih 13 km, sementara satu kali awan panas lain teramati di area tenggara–selatan Besuk Kobokan. Pemerintah daerah telah meminta warga di sekitar lereng untuk meningkatkan kewaspadaan.

Sebagai respons atas kenaikan status ke level tertinggi, PVMBG mengeluarkan beberapa imbauan penting:

  • Masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 20 km dari puncak.
    Di luar radius itu, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari sempadan sungai karena risiko aliran lahar dan awan panas.
  • Aktivitas masyarakat dilarang dalam radius 8 km dari kawah Semeru untuk menghindari lontaran batu pijar.
  • Waspada potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sejumlah aliran sungai yang berhulu di Semeru seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Pada hari yang sama, status Semeru awalnya dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pada pukul 16.00 WIB. Hanya satu jam kemudian, peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan membuat status kembali dinaikkan ke Level IV (Awas).

Pemerintah Kabupaten Lumajang akan memberlakukan status tanggap darurat selama tujuh hari, mulai 19 hingga 26 November 2025. Penetapan ini bertujuan mempercepat aktivasi pos komando serta memastikan penanganan darurat berjalan optimal di wilayah terdampak.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow