News  

Stasiun Jatake Siap Beroperasi Akhir Januari 2026, Perkuat Mobilitas Ekonomi Tangerang–Jakarta

Stasiun Jatake berada di lintas strategis Commuter Line Tanah Abang–Rangkasbitung, salah satu koridor utama mobilitas harian masyarakat penyangga Jakarta. Foto: Dok KAI

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyatakan bahwa peningkatan kebutuhan transportasi massal sangat berkaitan dengan karakter demografi dan struktur ekonomi Kabupaten Tangerang.

“Data BPS menunjukkan dominasi penduduk usia produktif dengan dinamika pasar kerja yang aktif. Stasiun Jatake dirancang untuk mempermudah akses masyarakat Pagedangan dan sekitarnya menuju pusat aktivitas ekonomi, dengan waktu tempuh yang lebih efisien dan biaya transportasi yang terjangkau,” ujar Anne.

Ia menambahkan, kawasan Tanah Abang sebagai pusat perdagangan tekstil dan grosir nasional memiliki keterkaitan ekonomi yang kuat dengan wilayah penyangga, termasuk Kabupaten Tangerang. Kehadiran Stasiun Jatake dinilai akan memangkas jarak dan waktu tempuh dari kawasan permukiman dan aktivitas ekonomi di Pagedangan dan sekitarnya.

Bagi pekerja formal, Stasiun Jatake membuka peluang untuk tinggal di kawasan hunian penyangga yang relatif lebih terjangkau dibandingkan pusat kota Jakarta, tanpa mengorbankan kepastian perjalanan harian. Hal ini relevan dengan karakter Kabupaten Tangerang yang memiliki luas 959,61 kilometer persegi dan terbagi ke dalam 29 kecamatan, sehingga membutuhkan simpul transportasi yang mampu mengonsolidasikan pergerakan masyarakat.

Stasiun Jatake dibangun melalui skema creative financing antara KAI dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (Sinar Mas Land) dengan konsep Transit Oriented Development (TOD). Stasiun ini berdiri di atas lahan seluas 2.435 meter persegi, memiliki tiga lantai, dan dirancang melayani hingga 20.000 penumpang per hari.

Fasilitas pendukung meliputi area parkir kendaraan roda dua, roda empat, dan sepeda, serta lahan pengembangan lanjutan sekitar 4.000 meter persegi untuk mendukung integrasi antarmoda.

Dari sisi arsitektur, Stasiun Jatake mengusung konsep modern tropis dengan sirkulasi udara alami di area publik serta pemanfaatan panel surya untuk mendukung efisiensi energi, sejalan dengan kebutuhan stasiun yang nyaman dan adaptif.

Saat ini, Stasiun Jatake memasuki tahap uji fungsi dan simulasi operasional bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Tahap ini dilakukan untuk memastikan seluruh aspek keselamatan, keamanan, dan kesiapan layanan telah memenuhi standar sebelum beroperasi penuh.

“Stasiun Jatake memperkuat jaringan layanan Commuter Line dan mendukung pergerakan ekonomi masyarakat Kabupaten Tangerang sebagai wilayah penyangga Jakarta. Kami optimistis kehadiran stasiun ini meningkatkan efisiensi mobilitas dan produktivitas masyarakat secara berkelanjutan,” tutup Anne.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow