News  

Stasiun Jatake Siap Beroperasi Akhir Januari 2026, Perkuat Mobilitas Ekonomi Tangerang–Jakarta

Stasiun Jatake berada di lintas strategis Commuter Line Tanah Abang–Rangkasbitung, salah satu koridor utama mobilitas harian masyarakat penyangga Jakarta. Foto: Dok KAI

JAKARTA, MyInfo.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus mematangkan kesiapan operasional Stasiun Jatake yang dijadwalkan mulai melayani penumpang pada akhir Januari 2026. Terletak di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, stasiun ini berada di lintas strategis Commuter Line Tanah Abang–Rangkasbitung, salah satu koridor utama mobilitas harian masyarakat penyangga Jakarta.

Kehadiran Stasiun Jatake tidak hanya menambah titik layanan transportasi massal, tetapi juga menjadi simpul penting yang menghubungkan kawasan hunian, pusat aktivitas ekonomi, dan wilayah perdagangan nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tangerang Januari 2026, wilayah ini dihuni sekitar 3,46 juta jiwa. Sebanyak 67,82 persen di antaranya berada pada usia produktif 15–59 tahun. Komposisi tersebut menciptakan intensitas mobilitas harian yang tinggi, terutama bagi pekerja dan pelaku usaha yang beraktivitas lintas wilayah menuju Jakarta.

Pada 2025, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Tangerang tercatat 76,74 dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 5,94 persen. Angka ini menggambarkan dinamika pasar kerja yang aktif dan kebutuhan terhadap akses transportasi publik yang andal, terjangkau, dan terjadwal.

Struktur ekonomi Kabupaten Tangerang menunjukkan keterkaitan erat dengan mobilitas komuter. Industri Pengolahan menjadi penyumbang terbesar perekonomian daerah dengan kontribusi 33,74 persen, diikuti sektor Konstruksi sebesar 16,36 persen, serta Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 11,35 persen pada 2024.

Sejalan dengan itu, produk domestik regional bruto (PDRB) per kapita Kabupaten Tangerang pada 2024 tercatat Rp54,73 juta (angka sangat sementara). Skala aktivitas ekonomi tersebut menegaskan pentingnya konektivitas transportasi massal untuk menjaga efisiensi dan produktivitas masyarakat.

Kebutuhan tersebut tercermin dari pertumbuhan jumlah pengguna Commuter Line Tanah Abang–Rangkasbitung dalam jangka panjang. Pada 2018, jumlah pengguna tercatat 54,17 juta orang, meningkat menjadi 55,63 juta pada 2019. Pandemi COVID-19 sempat menekan mobilitas hingga 26,83 juta pengguna pada 2020.

Namun, sejak 2021, tren kembali meningkat secara konsisten: 42,11 juta pengguna pada 2021, 43,32 juta pada 2022, melonjak menjadi 62,09 juta pada 2023, meningkat menjadi 70,00 juta pada 2024, dan mencapai 77,55 juta pengguna sepanjang 2025.

Pola ini menegaskan Commuter Line sebagai tulang punggung mobilitas ekonomi harian, melayani pekerja industri, sektor jasa, logistik, hingga pelaku UMKM yang membutuhkan akses cepat dan terjangkau.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow