“Kami terus berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi, maskapai, dan PPIU agar jemaah yang tertunda kepulangannya dapat ditampung di hotel maupun tempat-tempat lain yang aman dan layak,” lanjutnya.
Koordinasi juga melibatkan maskapai penerbangan serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) guna menghindari penumpukan jemaah maupun kendala logistik di lapangan.
Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap situasi Timur Tengah, pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Masyarakat diminta hanya merujuk pada pengumuman resmi pemerintah guna mencegah munculnya kepanikan maupun kesimpangsiuran informasi, terutama di kalangan keluarga jemaah di Tanah Air.
Meski situasi regional menjadi perhatian serius, pemerintah memastikan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah atau tahun 2026 tetap berlangsung sesuai rencana.
Seluruh tahapan persiapan haji disebut masih berjalan normal tanpa gangguan berarti hingga saat ini.
“Kami berharap kondisi segera normal dan semua pihak dapat menahan diri. Pemerintah akan terus memantau perkembangan dan mengambil langkah yang diperlukan demi keselamatan serta kenyamanan jemaah,” tutup Wamenhaj.
Kementerian Haji dan Umrah menegaskan komitmennya untuk terus menyampaikan perkembangan terbaru kepada masyarakat sekaligus memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh jemaah Indonesia, baik yang akan berangkat maupun yang sedang menjalankan ibadah di Tanah Suci.













