Sidang DEN 2026 Bahas Dampak Penutupan Selat Hormuz, Pemerintah Amankan Pasokan BBM dan LPG

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia merespons dinamika geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada pasokan energi global. Foto: Kementerian ESDM

JAKARTA, MyInfo.ID – Sidang Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) ke-1 Tahun 2026 digelar di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Selasa (3/3/2026). Rapat dipimpin Menteri ESDM sekaligus Ketua Harian DEN, Bahlil Lahadalia, untuk merespons dinamika geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada pasokan energi global.

Konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dengan Iran memicu penutupan Selat Hormuz, jalur strategis distribusi minyak dunia. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu sekitar 20 persen atau 20,1 juta barel per hari pasokan minyak global serta memicu kenaikan harga.

Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga agar tidak terjadi kelangkaan di dalam negeri.

“Arahan Bapak Presiden kepada kami adalah kita harus sangat berhati-hati untuk menghitung semuanya dengan tetap memastikan ketersediaan BBM dalam negeri untuk memberikan kepastian kepada pelayanan kepada masyarakat kita,” ujar Bahlil.

Ia menyebut penutupan Selat Hormuz bukan hanya persoalan geopolitik, tetapi juga berkaitan langsung dengan distribusi minyak mentah global yang sebagian mengalir ke Indonesia.

“Pasokan energi (crude) untuk kebutuhan Indonesia yang melalui Selat Hormuz berasal dari negara-negara middle east sekitar 19% kebutuhan nasional atau sebesar 25,36 juta barel. Selebihnya kita ambil dari Afrika, dari Angola, dari Amerika, kemudian dari beberapa negara lain seperti Brazil yang tidak melalui Selat Hormuz,” imbuhnya.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah mulai mengalihkan sebagian impor minyak mentah dari kawasan Timur Tengah ke negara lain yang dinilai lebih aman dari sisi distribusi, termasuk Amerika Serikat. Kebijakan ini ditujukan untuk menjaga kesinambungan pasokan nasional.

Untuk kebutuhan bahan bakar minyak (BBM), Bahlil menyampaikan bahwa impor relatif aman karena sumbernya tidak terfokus pada kawasan Timur Tengah.

“Impor BBM relatif tidak masalah,” tegasnya.

Sementara itu, kebutuhan Liquefied Petroleum Gas (LPG) nasional yang masih mengandalkan impor sekitar 7,3–7,8 juta ton per tahun diarahkan sebagian besar dari Amerika Serikat. Diversifikasi ini menjadi bagian dari penguatan ketahanan energi nasional.

Sidang Anggota DEN ke-1 Tahun 2026 juga merekomendasikan optimalisasi pemanfaatan energi domestik, dengan merujuk pada pengalaman pengembangan biodiesel. Kebijakan tersebut diharapkan menjadi langkah penguatan struktur energi nasional di tengah ketidakpastian global.

Rapat dihadiri sejumlah pejabat pemerintah bersama delapan anggota DEN dari unsur pemangku kepentingan.

Mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2008 tentang pembentukan DEN, sidang anggota dilaksanakan secara berkala dan dapat digelar sewaktu-waktu jika diperlukan. Rekomendasi yang dihasilkan dalam Sidang DEN 2026 ini menjadi acuan kementerian dan lembaga dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow