Ony menegaskan, pihaknya ingin mengenalkan kegiatan ini lebih luas kepada masyarakat.
“Sejauh ini jumlah peserta yang ikut serta dalam rangkaian Friendship Run di Purwokerto menjadi yang terbanyak dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya,”katanya.
Wakil Redaktur Pelaksana Harian Kompas, Antonius Tomy Trinugroho, juga menegaskan bahwa kekuatan BJFR terletak pada keberagaman cara orang berlari. “Setiap langkah adalah bagian dari cerita bersama,” katanya.
Kehadiran komunitas lari lokal turut memperkaya suasana, menjadikan ajang ini wadah pertemuan hangat antara pelari, penonton, dan masyarakat Purwokerto.
Selain olahraga, BJFR menghadirkan Pasar Harmoni sebagai ruang promosi UMKM lokal. Melalui program Bank Jateng Pawone dan Jateng Berdikari, peserta dan pengunjung dapat menikmati kuliner khas Banyumas serta produk kreatif.
Event Communication Officer Ahmad Rifai menyebut kegiatan ini juga menjadi momentum kick off program Jateng Berdikari, kolaborasi Pemprov Jawa Tengah dan Bank Jateng, yang menghadirkan 46 UMKM unggulan dari enam wilayah di Jawa Tengah, mulai Purwokerto, Pati, Magelang, Semarang, Tegal, hingga Surakarta.
Selepas finis, suasana race village semakin meriah dengan parade kostum terbaik, undian lucky draw, hingga hiburan musik lokal. Dengan rangkaian acara tersebut, BJFR 2025 tampil lebih dari sekadar ajang pemanasan menuju Borobudur Marathon.
“Event ini hadir sebagai festival olahraga inklusif yang menggembirakan, sekaligus simbol energi kolektif yang menggelorakan semangat Stride to Glory,”tambahnya.













