Pagelaran ini menampilkan lintas usia dan lintas daerah. Tari Barong Bali yang sarat makna, Tarian Merah Putih dengan simbol payung pengayoman, hingga pencak silat yang diperagakan langsung oleh pesilat sekaligus aktor Iko Uwais menjadi wujud kekuatan sekaligus diplomasi budaya bangsa.
Kemeriahan semakin lengkap dengan hadirnya Miracle Dancers Family yang memadukan tarian tradisional dan modern, serta Musikal Dol dari Bengkulu yang menggambarkan kekuatan musik tradisi Nusantara.
Eko juga menyinggung pentingnya menjaga semangat generasi muda dalam melestarikan budaya, termasuk tradisi pacu jalur dari Kuantan Singingi, Riau, yang sempat viral hingga tingkat internasional. “Negara hadir untuk terus mendukung dan mengembangkan budaya seperti pacu jalur agar semakin dikenal dunia,” tegasnya.
Sebagai penutup, kolaborasi Silet Open Up feat Diva Aurel dengan lagu “Tabola Bale” membuat suasana Istana Merdeka pecah. Tamu undangan, peserta upacara, hingga Presiden Prabowo Subianto larut dalam irama dan ikut berjoget bersama.
Dengan kemasan seni yang megah dan penuh kebanggaan, perayaan di Istana Merdeka tahun ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan adalah milik semua generasi, dari Sabang sampai Merauke, dari tradisi yang mengakar hingga modernitas yang terus berkembang.













