Usai apel, Sadewo juga menegaskan bahwa pemerintah daerah Banyumas turut memberikan perhatian kepada pondok pesantren, para guru ngaji, dan marbot masjid.
“Untuk bantuan kami berikan secara bertahap sesuai dengan kemampuan anggaran,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, ia berpesan khusus kepada seluruh santri agar terus menjaga semangat belajar dan pengabdian.
“Jadilah santri yang berilmu, berakhlak, dan berdaya. Rawat tradisi, peluk inovasi. Santri masa kini harus siap menjawab tantangan zaman dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin,” pesannya.
Peringatan Hari Santri Nasional 22 Oktober tahun ini diharapkan menjadi momentum bagi Kabupaten Banyumas untuk melahirkan generasi santri yang tak hanya menjaga tradisi keilmuan Islam, tetapi juga siap menjadi garda depan pembangunan bangsa yang adil, damai, dan berperadaban.













