“Kita juga harus menyadari bahwa tantangan pelayanan publik ke depan tidak semakin ringan. Masyarakat kini semakin kritis, semakin melek teknologi, dan semakin menuntut pelayanan yang cepat, transparan, serta berkualitas,” ungkapnya.
Dalam konteks tersebut, Agus mendorong lahirnya berbagai inovasi pelayanan, terutama yang berbasis digital. Namun, inovasi tersebut harus dibarengi dengan sosialisasi yang jelas dan mudah dipahami agar masyarakat tidak kebingungan saat mengakses layanan.
“Namun inovasi tersebut harus diiringi dengan sosialisasi yang masif dan mudah dipahami, agar masyarakat benar-benar mengetahui alur, prosedur, serta cara memanfaatkan layanan digital yang tersedia,” ucapya.
Agus berharap, ke depan MPP Banyumas mampu menjadi contoh atau role model pelayanan publik, khususnya di wilayah Jawa Tengah.
Senada dengan arahan Sekda Banyumas, Kepala DPMPTSP Banyumas, Roni Hidayat, menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Ia memastikan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan tahun sebelumnya akan segera dilakukan.
“Tentunya kita akan melaksanakan evaluasi dari pelayanan tahun lalu. Dan akan berusaha memperbaiki sebaik dan secepat mungkin,” ungkapnya.
Terkait penerapan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyumas, Roni menegaskan pihaknya akan segera melakukan penyesuaian sesuai prosedur yang berlaku.
“Akan segera kita kumpulkan dan lakukan koordinasi dengan OPD-OPD terkait,” ujarnya.













