“Pemerintah terus berupaya mengambil langkah strategis guna menjaga stabilitas harga dan memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” ujar Sadewo.
Ia menegaskan, program Sarasimas menjadi salah satu upaya nyata pemerintah dalam memberikan subsidi langsung kepada masyarakat.
“Tersedia pula berbagai komoditas utama seperti beras, minyak goreng, gula, telur, dan kebutuhan rumah tangga lainnya dengan harga di bawah pasar,” jelasnya.
Program Sarasimas juga dirancang untuk menjaga inflasi daerah tetap terkendali sesuai target nasional, yakni di kisaran 1,5 persen hingga 3,5 persen.
“Melalui program Sarasimas, pemerintah menghadirkan selisih harga yang signifikan dibandingkan harga pasar umum,” tambahnya.
Salah satu contoh, minyak goreng bersubsidi dijual sekitar Rp15.000 per liter, lebih rendah dari harga pasar.
Bank Indonesia turut ambil bagian dengan menyalurkan paket sembako gratis, terutama bagi kelompok masyarakat rentan seperti marbot masjid dan pengemudi becak.
Sejak pertama kali digelar, total distribusi Sarasimas telah mencapai 11.600 paket sembako dan dilaksanakan secara bergilir di berbagai wilayah di Banyumas.
“Program ini dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam mengurangi beban ekonomi di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok menjelang hari raya,” jelas Sadewo.
Tingginya antusiasme warga menjadi bukti bahwa program ini sangat dibutuhkan, terutama saat harga bahan pokok cenderung naik.
“Melalui pelaksanaan yang terus berkeliling, kami berharap distribusi bantuan dan pangan murah dapat semakin merata serta tepat sasaran bagi masyarakat yang paling membutuhkan,” pungkasnya.













