Dalam riset ini, tim mengembangkan matrix membrane berbasis membran keramik dari tanah liat yang dilapisi selulosa asetat dan nano CaO agar memenuhi kriteria sebagai Proton Exchange Membrane (PEM). Selain itu, penelitian juga mencakup pengembangan modul membran proses elektrolisis yang diharapkan mampu menghasilkan hidrogen dengan efisiensi tinggi.
Target akhirnya adalah menghasilkan produk membran (PEM) dan modul membran untuk memproduksi hidrogen hijau dengan merek Green Hydrogen Muhammadiyah (gH2Mu).
Menurut Prof. Anwar, hidrogen hijau yang dihasilkan memiliki potensi pemanfaatan untuk kendaraan bermotor, baik sepeda motor maupun mobil, serta untuk sistem hydrogen fuel cell yang dapat menghasilkan energi listrik.
Dekan Fakultas Teknik dan Sains UMP, Dr. T. Ir. Iskahar, S.T., M.T., turut menyampaikan pernyataan terkait hibah tersebut.
“Keberhasilan ini mempertegas posisi kami FTS UMP di garda terdepan riset energi terbarukan di Indonesia. Hibah RISPRO LPDP ini bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan bentuk nyata kontribusi kami terhadap target Net Zero Emission. Melalui inovasi ‘gH2Mu’, kami ingin membuktikan bahwa perguruan tinggi Muhammadiyah khususnya FTS UMP mampu menghasilkan teknologi tinggi yang mandiri dan berkelanjutan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil demi masa depan bumi yang lebih baik,” tegasnya.
Ia juga menambahkan komitmen fakultas dalam mendukung proses hilirisasi hasil penelitian.
“Kami jajaran dekanat FTS UMP berkomitmen penuh mendukung tim Prof. Anwar dalam proses hilirisasi riset ini. Harapan kami, ‘gH2Mu’ tidak hanya berhenti sebagai prototipe laboratorium, tetapi benar-benar bertransformasi menjadi produk industri yang kompetitif. Kehadiran Proton Exchange Membrane (PEM) berbasis material lokal ini adalah jawaban atas tantangan teknologi energi murah dan ramah lingkungan yang sangat dibutuhkan oleh sektor transportasi dan kelistrikan saat ini,” tambahnya.
Melalui pendanaan RISPRO 2025, riset green hydrogen UMP diarahkan pada pengembangan membran dan modul produksi hidrogen berbasis material lokal. Penelitian ini menjadi bagian dari upaya penguatan teknologi energi terbarukan di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah.













