Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka bakar serius dan langsung dilarikan ke RSUD Banyumas untuk mendapatkan penanganan medis.
“Korban mengalami luka bakar cukup serius dan langsung dilarikan ke RSUD Banyumas untuk mendapatkan perawatan medis,” terangnya.
Dalam proses penyidikan, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk selang yang diduga digunakan dalam aksi tersebut. Selain itu, keterangan dari saksi-saksi, termasuk korban dan rekan-rekannya, terus didalami untuk mengungkap fakta lengkap kejadian.
Polresta Banyumas menegaskan komitmennya untuk menangani kasus ini secara profesional sekaligus memberikan perlindungan maksimal kepada korban yang masih berstatus anak.
“Tidak ada toleransi terhadap segala bentuk kekerasan terhadap anak. Kami juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk lebih mengawasi pergaulan anak dan mencegah konsumsi minuman keras di usia dini,” tegasnya.
Kasus ini turut menyoroti pentingnya pengawasan keluarga terhadap aktivitas anak, terutama dalam lingkungan pergaulan.
“Orang tua perlu lebih peka terhadap aktivitas anak, mengetahui dengan siapa mereka bergaul, serta memastikan mereka tidak terlibat dalam kegiatan berisiko, termasuk penyalahgunaan alkohol. Pengawasan dan komunikasi yang baik di dalam keluarga menjadi kunci pencegahan,” imbuhnya.
Peristiwa ini menjadi peringatan keras bahwa kurangnya pengawasan dan lingkungan pergaulan yang tidak sehat dapat berujung pada tindak kekerasan serius, bahkan melibatkan anak sebagai korban maupun pelaku.













