“Kami ingin memberikan manfaat ke partner bisnis, ke konsumen, tapi juga ke ekosistem yang terlibat di dalamnya, seperti petani herbal, petani madu, peternak susu kambing,” jelas Bapak Andik.
Visi ini sejalan dengan tren global dan lokal yang menunjukkan kesadaran konsumen terhadap produk-produk lokal yang berkelanjutan. Berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI), sektor pertanian dan peternakan, termasuk komoditas herbal, terus menjadi pilar pertumbuhan penting di Indonesia. Inisiatif Ethos ini membantu mendorong permintaan terhadap produk pertanian berkualitas tinggi.
Kesehatan sendi menjadi isu yang semakin relevan. Mengutip data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), gangguan sendi sering kali menjadi keluhan utama seiring bertambahnya usia, bahkan ditemukan pada kelompok usia produktif. Pencarian akan cara meredakan nyeri sendi alami dan mudah dikonsumsi sehari-hari menjadi tinggi.
Dengan hadirnya Etawalin Sereal sebagai sereal herbal jahe yang praktis, Ethos menawarkan alternatif preventif dan suportif nutrisi. Konsumsi harian sereal ini dapat menjadi langkah sederhana dalam menjaga mobilitas tubuh.
Acara peluncuran tersebut sukses mempertemukan Ethos dengan mitranya untuk memastikan jalur distribusi produk inovasi makanan sehat ini menjangkau seluruh konsumen di Jawa Barat.
Langkah strategis ini akan segera diikuti dengan peluncuran serupa di Kota Surabaya pada November 2025, menandakan keseriusan Ethos dalam menguasai pasar nasional.
Etawalin Sereal membuktikan bahwa penggabungan kepraktisan modern dengan khasiat tradisional, seperti manfaat susu etawa untuk sendi, dapat menjadi solusi efektif bagi tantangan gaya hidup dan kesehatan jangka panjang masyarakat Indonesia.










