2. Fase 3–12 Bulan (Pemulihan Awal)
Tahap ini diarahkan pada:
- Pemulihan kemampuan dasar murid
- Kurikulum adaptif berbasis krisis
- Program remedial intensif
- Pembelajaran fleksibel
- Asesmen transisi berbasis portofolio dan perkembangan sosial-emosional
3. Fase 1–3 Tahun (Pemulihan Jangka Menengah)
Pada periode ini fokus ditujukan untuk memperkuat:
- Kualitas pembelajaran
- Integrasi pendidikan kebencanaan secara permanen
- Pembelajaran inklusif
- Monitoring dan evaluasi jangka panjang, termasuk literasi, numerasi, tingkat kehadiran, dan kesejahteraan psikososial
“Dalam rentang satu hingga tiga tahun, fokus kebijakan bergeser pada penguatan kembali kualitas pembelajaran, integrasi permanen pendidikan kebencanaan, penguatan pembelajaran inklusif, serta monitoring dan evaluasi jangka panjang terhadap literasi, numerasi, kehadiran, dan kesejahteraan psikososial murid,” tambah Toni.
BSKAP melalui Pusat Kurikulum dan Pembelajaran juga telah menyusun Panduan Implementasi Pendidikan Kebencanaan sebagai acuan bagi sekolah dalam meningkatkan kesiapsiagaan.
“Panduan implementasi pendidikan kebencanaan ini juga dilengkapi dengan peta kompetensi terkait kebencanaan untuk peserta didik sesuai jenjangnya. Kompetensi tersebut dapat diintegrasikan ke mata pelajaran yang relevan,” jelas Toni.
Ia menekankan bahwa kebijakan pemulihan pendidikan akan berjalan seiring dengan pembangunan kembali infrastruktur sekolah oleh pemerintah pusat dan daerah.
“Kami sudah memiliki peta jalan kebijakan pascabencana. Ini memastikan bahwa pemulihan pendidikan berlangsung berkelanjutan, tidak hanya jangka pendek tetapi juga memperkuat ketahanan sekolah di masa depan,” tutupnya.













