“Peningkatan ini merupakan wujud nyata dari sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Amanat dari pusat untuk menuju swasembada pangan dijalankan secara linier hingga ke bawah,” jelasnya.
Menurut Arif, penguatan sektor pertanian juga sejalan dengan Trilas Bupati dan Wakil Bupati Banyumas, yang menempatkan pertanian sebagai salah satu pilar utama pembangunan daerah dan penopang ketahanan pangan jangka panjang.
Tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, Dinas Pertanian Banyumas juga mendorong regenerasi petani melalui penguatan peran petani dan pengusaha muda di sektor pertanian. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga kesinambungan produksi pangan di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika sosial ekonomi.
“Penggerak utama produksi pertanian adalah kelompok tani, poktan, gapoktan, dan kelompok wanita tani. Mereka dimotori oleh para penyuluh pertanian. Dengan peningkatan status penyuluh ke pusat, ini menjadi energi baru dalam pendampingan petani,” katanya.
Arif optimistis, dengan kolaborasi yang semakin solid antara pemerintah, penyuluh, dan petani, Banyumas tidak hanya mampu mencapai swasembada pangan, tetapi juga mempertahankannya secara berkelanjutan.
Sebagai simbol rasa syukur, Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti melakukan pemotongan tumpeng yang kemudian diserahkan kepada perwakilan petani. Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi atas kerja keras petani yang selama ini menjadi tulang punggung keberhasilan program pangan pemerintah.












