“Stasiun Tanah Abang merupakan salah satu stasiun dengan intensitas tertinggi di Jabodetabek. Pengembangannya menjadi kebutuhan strategis untuk memperkuat konsep kawasan berorientasi transit yang aman, nyaman, dan inklusif,” ujar Dudy.
Stasiun yang mulai beroperasi sejak Juni 2025 ini melayani empat lintas utama KRL: Kampung Bandan, Rangkasbitung, Duri–Tangerang, dan Manggarai–Bogor–Cikarang (termasuk Bekasi). Saat ini, rata-rata lebih dari 210 ribu penumpang menggunakan stasiun tersebut setiap hari, atau sekitar 63 juta penumpang selama periode Januari–Oktober 2025, setara dengan 22% dari total penumpang KRL Jabodetabek.
Setelah pembangunan tahap pertama rampung, kapasitas stasiun meningkat drastis dari 141 ribu menjadi 380 ribu penumpang per hari. Fasilitasnya kini mencakup 4 peron dan 6 jalur yang mampu menampung rangkaian 12 gerbong, dengan luas bangunan mencapai 23.000 m² di atas lahan 31.743 m². Proyek tahap pertama ini memiliki nilai investasi sekitar Rp380,93 miliar.
“Pembangunan ini merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta, Kementerian Keuangan, Bappenas, Danantara, BP BUMN, dan seluruh pihak terkait. Kolaborasi lintas lembaga adalah kunci integrasi transportasi publik perkotaan,” tambah Dudy.
Rencana jangka menengah proyek ini juga telah disiapkan. Pada tahun 2027, akan dilaksanakan tahap kedua pembangunan yang mencakup penambahan lift, pelebaran concourse peron 3 dan 4, serta peningkatan akses bagi penyandang disabilitas. Selain itu, frekuensi perjalanan lintas Tanah Abang–Serpong–Rangkasbitung akan ditingkatkan menjadi setiap 4–6 menit untuk mempercepat arus mobilitas masyarakat.
Dudy menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas elektrifikasi jaringan perkeretaapian nasional, mereaktivasi jalur nonaktif, serta mengembangkan sistem logistik berbasis rel.
“Semoga Allah SWT meridhoi upaya kita dalam menyediakan transportasi yang aman, nyaman, selamat, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” tutup Dudy.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rasa bangganya atas selesainya proyek Stasiun Tanah Abang Baru yang mencerminkan kemajuan nyata transportasi publik di Indonesia.
“Suatu kehormatan dan kebanggaan bagi saya untuk hadir dalam acara ini. Sejak muda saya sudah sering naik kereta api karena saya suka dengan kereta api. Tadi saya juga mencoba perjalanan dari Manggarai ke Tanah Abang dan melihat langsung bagaimana masyarakat menikmati layanan yang bersih, nyaman, dan ber-AC,” ujar Prabowo.
Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memperluas jaringan kereta api ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk ke Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan pulau lainnya. Langkah ini diharapkan dapat menekan biaya logistik dan meningkatkan daya saing nasional.
“Kereta api akan menjadi fokus perhatian pemerintah. Kita telah menyetujui tambahan 30 rangkaian kereta baru senilai hampir Rp5 triliun untuk memperluas layanan bagi rakyat. Kalau untuk rakyat banyak saya tidak ragu, karena rakyat selalu nomor satu. Saya juga melihat langsung bahwa kereta api di Indonesia tidak kalah dibandingkan dengan di negara lain, bersih, nyaman, dan berstandar tinggi. Pemerintah berkomitmen memastikan pelayanan publik, subsidi transportasi, dan investasi sarana prasarana benar-benar kembali untuk kesejahteraan rakyat. KAI harus terus mengabdi kepada bangsa. Kereta api adalah kebanggaan kita bersama,” tegas Prabowo.













