Presiden juga berinteraksi langsung dengan aparat gabungan yang bekerja di lapangan—mulai dari TNI–Polri, petugas Kementerian PUPR, hingga relawan. Ia mengapresiasi sinergi dan respon cepat seluruh tim dalam menangani kerusakan infrastruktur vital.
Di sela peninjauan, Presiden sempat berdialog dengan warga yang terdampak dan memberikan dorongan semangat bagi proses pemulihan yang terus berlangsung.
“Jadi setelah saya lihat kondisi. Kerja semua instansi baik. Bahu membahu sama rakyat sama pemerintah daerah, polisi, tentara semua bekerja,” imbuh Kepala Negara.
Untuk mempercepat pembangunan dan memastikan mobilitas warga segera pulih, Presiden Prabowo menunjuk Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf Angkatan Darat, sebagai pimpinan Satgas percepatan perbaikan infrastruktur.
“Saya tunjuk nanti Kasad (Kepala Staf Angkatan Darat) sebagai Satgas percepatan perbaikan jembatan untuk membantu PU dan pemerintah daerah karena punya banyak pasukan Zeni, pasukan konstruksi, pasukan pembangunan, pasukan teritorial. Jadi bisa segera membantu,” pungkas Kepala Negara.
Pemerintah menegaskan seluruh tahapan pemulihan akan dilakukan secara terkoordinasi, terukur, dan mengutamakan keselamatan, guna mengembalikan kehidupan masyarakat Aceh ke kondisi normal secepat mungkin.












