Salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah memperkuat kerja sama di sektor energi, termasuk memastikan pasokan energi nasional tetap stabil.
“Melanjutkan kerja sama dengan pemerintah Rusia dan memastikan pasokan energi nasional yang stabil, termasuk ketersediaan minyak,” ujar Seskab.
Langkah ini dinilai penting mengingat tantangan global di sektor energi yang semakin dinamis dan berdampak langsung pada perekonomian nasional.
Selain isu energi, kedua pemimpin negara juga akan bertukar pandangan terkait situasi geopolitik global. Indonesia, melalui Presiden Prabowo, akan menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.
“Menyuarakan posisi strategis Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global,” pungkas Seskab.
Sebelumnya, Presiden Prabowo bersama rombongan terbatas lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma sekitar pukul 23.10 WIB.
Keberangkatan Kepala Negara dilepas oleh sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Agus Subiyanto, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, serta Kepala BIN Muhammad Herindra.
Turut mendampingi dalam kunjungan ini antara lain Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.













