Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara kembali mengajak masyarakat untuk tetap tegar dan saling menguatkan. Ia menekankan bahwa kekuatan bangsa Indonesia terletak pada semangat kebersamaan dalam menghadapi ujian.
“Kita menghadapi kesulitan, kita menghadapi musibah, kita menghadapi tantangan. Tapi kita harus terus semangat, ikhlas, kita harus terus kuat, tegar jiwa kita, dan yang paling penting tadi kita harus gotong royong, kita harus bersama-sama menghadapi kesulitan, dan percayalah bahwa pemerintahmu, bahwa pemimpin-pemimpinmu, bahwa presidenmu tidak akan pernah meninggalkan saudara-saudara sekalian. Kita akan bersama,” ucap Presiden.
Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa kehadirannya di Tapanuli Selatan bukan sekadar simbolik. Ia memastikan seluruh jajaran pemerintah pusat bergerak aktif memantau dan menangani dampak bencana di berbagai daerah.
“Kita, saya tugaskan untuk menteri-menteri semua berpencar, mengecek, melihat, memeriksa semua perkembangan di semua daerah yang terdampak,” katanya.
Lebih lanjut, Presiden mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara besar dengan kekayaan alam yang melimpah. Namun, ia menekankan pentingnya kewaspadaan dan sikap bijak dalam menjaga keseimbangan dengan alam.
“Alam harus kita hormati, alam harus kita jaga, alam harus kita rawat, tidak boleh kita rusak alam, tapi kita waspada karena memang alam itu sering memberi tantangan dan cobaan bagi kita semua,” lanjut Presiden.
Bagi warga Desa Batu Hula, kehadiran Presiden Prabowo pada malam pergantian tahun menjadi suntikan semangat tersendiri. Di tengah proses pemulihan pascabencana, pesan bahwa negara hadir, mendengar, dan bergerak bersama rakyat menjadi harapan baru dalam menyongsong Tahun 2026 dengan keteguhan dan optimisme.













