Prabowo juga menyoroti berbagai konflik yang masih berlangsung di sejumlah kawasan dunia. Menurutnya, banyak negara yang memiliki cadangan energi dan sumber daya alam strategis kerap menghadapi tekanan geopolitik berkepanjangan.
Sebagai contoh, Presiden menyinggung kondisi di Timur Tengah yang dinilai tidak bisa dilepaskan dari besarnya potensi energi dan mineral yang dimiliki kawasan tersebut.
Karena itu, ia meminta seluruh komponen bangsa memahami bahwa dinamika internasional harus disikapi dengan kesiapan, kewaspadaan, dan persatuan nasional.
“Ini saya dengan panjang lebar saya tekankan kembali ke saudara-saudara karena apa yang kita bahas sedang terjadi di depan mata kita. Tiap sore, tiap malam kita lihat dalam berita-berita eskalasi, eskalasi, eskalasi,” kata Presiden.
Pada kesempatan yang sama, Prabowo juga mengingatkan bahwa strategi politik divide et impera atau politik adu domba masih relevan hingga saat ini dan bukan sekadar bagian dari sejarah.
Menurutnya, masyarakat Indonesia perlu menjaga persatuan agar tidak mudah terpecah di tengah meningkatnya dinamika global.
“Devide et impera itu bukan tulisan di buku-buku sejarah, itu nyata. Devide et impera nyata,” tandasnya.















