JAKARTA, MyInfo.ID – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memberikan respons resmi terkait 17+8 Tuntutan Rakyat yang belakangan ramai diperbincangkan publik. Beberapa dari tuntutan tersebut secara langsung ditujukan kepada institusi Polri.
Kepala Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo selalu menekankan bahwa Polri merupakan lembaga terbuka yang siap menerima kritik. Hal tersebut diungkapkan Trunoyudo di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (5/9/2025) kemarin.
“Yang selanjutnya adalah terkait apa yang menjadi tuntutan dalam era demokrasi tentu Bapak Kapolri selalu menegaskan. Polri diharapkan menjadi organisasi yang modern. Dan salah satunya adalah ciri dari organisasi menuju modern adalah menerima kritikan. Polri tidak anti kritik,” ujar Trunoyudo dikutip Sabtu (6/9/2025).
Trunoyudo menambahkan, setiap kritik, masukan, dan harapan masyarakat dianggap sebagai bentuk kepedulian sekaligus kepemilikan terhadap Polri. Karena itu, Polri berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi menyeluruh atas tugas-tugas yang telah dijalankan.
“Tentu melakukan evaluasi secara menyeluruh dan intens serta juga dalam pelaksanaan tindakan kepolisian itu dilakukan pengawasan baik internal maupun eksternal,” jelasnya.
Ia menegaskan, selain pengawasan internal, terdapat pula pengawasan eksternal dari Kompolnas serta peran media yang menjadi kontrol sosial. Menurutnya, masyarakat juga dapat langsung melihat transparansi Polri dalam menjalankan tugas.













