Siap Ditempatkan di Mana Saja
Chandra juga mengingatkan bahwa penugasan petugas haji bersifat dinamis dan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Karena itu, setiap petugas dituntut memiliki fleksibilitas dan kesiapan untuk ditempatkan di berbagai layanan maupun wilayah kerja.
“Petugas tidak boleh memilih layanan maupun lokasi penugasan. Semua harus siap ditempatkan di mana saja,” tegasnya.
Bijak Bermedia Sosial di Tanah Suci
Selain tugas pelayanan, perilaku petugas di ruang digital juga menjadi perhatian serius. Chandra mengingatkan agar seluruh petugas berhati-hati dalam menggunakan media sosial selama berada di Arab Saudi.
“Situasi di Arab Saudi berbeda dengan Indonesia. Aktivitas media sosial dipantau ketat. Jangan membuat konten negatif yang justru merugikan diri sendiri dan institusi,” pesannya.
Ikhlas Melayani dan Tolak Gratifikasi
Dalam pembekalan tersebut, Chandra turut menekankan pentingnya keikhlasan dan etika dalam melayani jemaah. Menurutnya, petugas harus tetap bersikap ramah dan sabar, meski menghadapi situasi yang tidak mudah.
“Jika ditegur jemaah dengan kata-kata yang kurang menyenangkan, tetap layani dengan ikhlas. Ingatkan bahwa kita sedang berada di Tanah Suci dan tetap tersenyum,” ujarnya.
Ia juga meminta petugas menggunakan bahasa yang lembut, mengingat jemaah telah menempuh perjalanan panjang dari berbagai daerah di Indonesia.
Tak kalah penting, Chandra menegaskan larangan keras terkait praktik gratifikasi dalam bentuk apa pun selama bertugas.
“Petugas dilarang menerima tip. Bahkan, jemaah harus diingatkan agar tidak memberikan apa pun kepada petugas,” tutupnya.













