News  

Peternak Kambing di Banyumas Beralih dari “Tabungan Darurat” ke Bisnis Agribisnis

Kambing biasanya hanya dipelihara sebagai “tabungan darurat” yang dijual saat membutuhkan uang, kini mulai dikelola sebagai usaha agribisnis yang lebih terencana dan produktif. Foto: Universitas Telkom Purwokerto

PURWOKERTO, MyInfo.ID – Puluhan peternak kambing di Desa Binangun, Banyumas, Jawa Tengah mulai mengubah cara mereka mengelola usaha ternak. Jika sebelumnya kambing hanya dipelihara sebagai “tabungan darurat” yang dijual saat membutuhkan uang, kini ternak tersebut mulai dikelola sebagai usaha agribisnis yang lebih terencana dan produktif.

Perubahan pola pikir ini muncul setelah adanya program pengabdian masyarakat yang digagas dosen dan mahasiswa Universitas Telkom Purwokerto selama Oktober hingga Desember 2025. Melalui pendekatan agropreneur, para peternak diajak melihat ternak kambing sebagai peluang usaha yang memiliki nilai ekonomi dan pasar yang lebih luas.

Desa Binangun memiliki potensi besar di sektor peternakan. Dari total luas wilayah sekitar 519,76 hektare, hampir 40 persen di antaranya berupa lahan tegalan yang kaya pakan hijauan bagi ternak.

Namun selama ini potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Salah satu penyebabnya adalah belum adanya kelembagaan ekonomi yang kuat serta manajemen usaha yang terstruktur di kalangan peternak.

Ketua tim pengabdian, Prasetyo Hartanto, menjelaskan bahwa kendala utama sebenarnya bukan pada kemampuan masyarakat dalam beternak.

“Kami melihat bahwa peternak sebenarnya sudah terbiasa memelihara kambing. Tantangannya adalah bagaimana ternak ini tidak lagi sekadar menjadi aset darurat, tetapi menjadi usaha yang direncanakan, dikelola, dan dikembangkan secara berkelanjutan,” ujar Prasetyo, Senin (9/3/2026).

Program pemberdayaan dimulai dengan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan perangkat desa dan perwakilan peternak. Dari diskusi tersebut, muncul kesepakatan untuk membentuk kelompok ternak sebagai wadah bersama dalam memperkuat permodalan, pengadaan pakan, hingga strategi pemasaran.

Selanjutnya, tim pengabdian menggelar pelatihan berbasis metode design thinking yang disesuaikan dengan konteks peternakan. Melalui pendekatan ini, peternak diajak memahami kebutuhan pasar serta mengembangkan inovasi produk bernilai tambah.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow