JAKARTA, MyInfo.ID – Kabupaten Banyumas menorehkan prestasi dengan menjadi daerah pertama di Indonesia yang menerima bantuan dana internasional dari United Nations Capital Development Fund (UNCDF) melalui program Seed Grant – Smart Green Asean Cities (SGAC). Bantuan senilai USD 150.000 itu diarahkan untuk memperkuat pengelolaan sampah sekaligus mempercepat capaian target zero sampah.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyampaikan apresiasi atas kepercayaan tersebut. “Kami sangat bangga Banyumas menjadi penerima pertama dana ini. Terima kasih atas dukungan yang diberikan. Dana ini akan kami manfaatkan sebaik-baiknya untuk pengelolaan sampah dan lingkungan,” ujarnya dalam acara Launching Program Seed Grant – SGAC dan Signing Agreement Ceremony di Jakarta, Jumat (26/9/2025).
Sadewo menjelaskan, pencapaian ini tidak datang secara instan. Sejak 2018, Banyumas menghadapi situasi darurat sampah akibat penumpukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang kerap penuh dan ditutup. Kondisi itu memaksa pemerintah daerah melakukan terobosan.
“Kami membangun ekosistem penanganan sampah ala ndeso, dari hulu sampai hilir. Diskusi panjang berlangsung hampir satu tahun. Kami siapkan kelompok swadaya masyarakat (KSM) untuk mengelola sampah,” jelasnya.
Upaya ini terbukti efektif. Anggaran pengelolaan sampah yang sebelumnya mencapai Rp30–Rp40 miliar per tahun berhasil ditekan menjadi Rp5–Rp10 miliar per tahun. KSM yang awalnya menerima subsidi kini mandiri, ditunjang dengan mesin pengolahan dan hanggar yang disiapkan pemerintah.













