Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, pelaku usaha, dan sektor perbankan, untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Purbalingga, Agung Widiarto, menjelaskan bahwa bantuan tersebut menyasar kelompok IKM yang bergerak di sektor strategis, seperti industri gula kelapa, kopi, olahan makanan dan minuman, serta kerajinan.
Menurutnya, seluruh peralatan produksi yang disalurkan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Purbalingga Tahun Anggaran 2025 dengan total nilai anggaran mencapai Rp156.420.000.
Jenis peralatan yang diberikan cukup beragam, menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok IKM. Bantuan tersebut meliputi mesin roasting kopi, kontainer box, pongkor, ayakan gula, wajan besi, continuous sealer, mesin penggiling kedelai, perajang sriping, mesin las dan gerinda, kompor gas dua tungku, oven gas, dandang, blender, timbangan digital, loyang roti, kompor turbo, kompor panggang, wajan stainless, panci besar, oven konvensional, serta berbagai peralatan produksi lainnya.
Salah satu penerima bantuan, Adi Suseno dari Kelompok Tani Igir Kele Desa Danasari, mengaku bersyukur setelah menerima mesin roasting kopi yang sangat dibutuhkan kelompoknya.
“Saya sangat berterima kasih sekali kepada Mas Bupati yang telah memberikan mesin roasting kopi ini. Alhamdulillah bahan baku kopi di Danasari cukup melimpah, sehingga bantuan ini sangat bermanfaat. Harapannya petani-petani kopi di sana bisa lebih maju dan berkembang,” ungkapnya.
Ungkapan serupa disampaikan Taryati dari KUBE Loro Limo Desa Makam, penerima bantuan kompor gas dua tungku untuk usaha jajanan pasar.
“Terima kasih kepada Mas Bupati yang telah memberikan peralatan ini. Semoga bermanfaat bagi kami. Terima kasih luar biasa,” ujarnya.












