Selain armada, Kemenhub juga mendorong peningkatan kesiapan fasilitas di pelabuhan. Hal ini mencakup berbagai sarana pendukung seperti terminal penumpang, ruang tunggu, fasilitas kesehatan, hingga sistem informasi perjalanan yang mudah diakses oleh masyarakat.
Pengelolaan operasional kapal juga menjadi perhatian penting. Pemerintah menekankan perlunya pengaturan jadwal yang disiplin, kemungkinan penambahan kapasitas, serta optimalisasi manajemen trafik kapal agar perjalanan tetap tertib dan efisien.
Koordinasi antara pemerintah, operator pelayaran, dan pemangku kepentingan lainnya juga terus diperkuat untuk menjaga kelancaran layanan selama periode Lebaran.
Menhub juga mengingatkan agar pelayanan kepada masyarakat dilakukan secara humanis dan inklusif, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, serta anak-anak.
“Kualitas penyelenggaraan angkutan Lebaran tidak hanya ditentukan oleh kesiapan sarana dan prasarana, tetapi juga oleh integritas seluruh jajaran Kementerian Perhubungan. Tanpa integritas, kerja-kerja teknis yang baik sekalipun dapat kehilangan maknanya,” ujarnya.
Selain memastikan kesiapan armada, pemerintah juga menghadirkan sejumlah program untuk membantu masyarakat selama musim mudik.
Salah satunya adalah program tiket gratis angkutan laut dengan kuota lebih dari 66 ribu penumpang. Program ini dibuka mulai 6 Maret 2026, dengan jadwal keberangkatan antara 11 Maret hingga 6 April 2026.
Di sisi lain, pemerintah juga memberikan diskon tarif sebesar 30 persen untuk seluruh trayek kapal Public Service Obligation (PSO) milik PT Pelni kelas ekonomi. Program ini mencakup lebih dari 445 ribu tiket bagi masyarakat.
“Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung distribusi arus mudik yang lebih merata,” ujar Menhub.













