Dengan kata lain, target tersebut harus ditempuh dengan penuh kehati-hatian agar tidak mengganggu stabilitas dan kredibilitas ekonomi nasional.
Untuk mencapai target 2026, Kementerian Keuangan tidak bekerja sendirian. Kolaborasi erat dilakukan bersama seluruh anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Fokus utamanya adalah menciptakan fondasi ekonomi yang stabil sekaligus mendorong pertumbuhan.
Strategi yang ditempuh antara lain diversifikasi instrumen fiskal melalui belanja negara yang produktif, optimalisasi pembiayaan agar efisien dan tepat sasaran dan penguatan instrumen penerimaan negara, terutama melalui kebijakan pajak.
Sri Mulyani menegaskan bahwa salah satu tantangan utama adalah menjaga keseimbangan antara penerimaan negara dan iklim investasi.
“Jadi memang dalam hal ini tugas kami adalah berat di dua sisi yang sangat ekstrem. Di satu sisi menaikkan penerimaan pajak, di sisi lain mendukung iklim investasi untuk terciptanya growth yang lebih tinggi. Ini akan kami jaga secara hati-hati, balance di antara dua tujuan yang sama sekali berbeda,” pungkas Menkeu.












