As’ad menjelaskan, persiapan layanan Lebaran tidak dilakukan secara sepihak. KAI berkolaborasi dengan DJKA Kemenhub melalui rangkaian rampcheck di wilayah Daop 5 Purwokerto. Pemeriksaan tersebut meliputi kelayakan sarana dan prasarana sesuai standar keselamatan, sekaligus pengecekan Standar Pelayanan Minimum (SPM) yang mencakup fasilitas bagi pelanggan.
Untuk mendukung layanan selama masa Angkutan Lebaran yang berlangsung 22 hari, mulai 11 Maret 2026 (H-10) hingga 1 April 2026 (H+10), Daop 5 Purwokerto menyiapkan 258.192 tempat duduk. Kapasitas tersebut terdiri dari 213.884 tempat duduk kereta jarak jauh komersial dan 44.308 tempat duduk kereta jarak jauh PSO.
Selain kesiapan kapasitas angkut, KAI juga memperkuat aspek keselamatan dengan menambah personel di lapangan. Di wilayah Daop 5 Purwokerto, dikerahkan 82 petugas bantuan pengamanan yang berkolaborasi dengan TNI dan Polri. Penguatan juga dilakukan melalui penambahan 50 Petugas Penilik Jalan (PPJ), 5 Petugas Jaga Lintasan (PJL), 3 penjaga daerah rawan, serta 24 petugas customer service mobile.
“Kami memastikan pengawasan di lapangan berjalan lebih intensif, baik pada jalur, perlintasan, maupun fasilitas pendukung lainnya,” kata As’ad.
Melalui rangkaian inspeksi langsung, rampcheck bersama regulator, serta penguatan personel dan fasilitas, KAI berharap seluruh layanan kereta api selama Lebaran 2026 dapat berjalan aman, nyaman, dan andal. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk tanggung jawab KAI dalam menjaga kepercayaan publik terhadap moda transportasi kereta api sebagai pilihan utama masyarakat saat mudik.












