“Dengan stock opname yang akurat, kami dapat memastikan kebutuhan operasional terpenuhi tepat waktu sekaligus meminimalkan potensi gangguan produksi,” jelasnya.
Sementara itu, Manajer Finance Kilang Cilacap, Yudha Rastanura, menilai kegiatan tersebut memiliki peran strategis dalam pengendalian keuangan dan efisiensi biaya. Ia mengatakan, hasil stock opname menjadi dasar validasi nilai persediaan dalam laporan keuangan perusahaan.
“Data yang akurat mendukung pengambilan keputusan manajerial, pengendalian biaya, serta penerapan prinsip Good Corporate Governance secara konsisten,” katanya.
Seluruh rangkaian stock opname dilaksanakan dengan mengedepankan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) tanpa mengganggu keandalan maupun keberlangsungan operasional kilang.
Sebagai informasi, Kilang Cilacap merupakan kilang terbesar di Indonesia dengan kapasitas produksi mencapai 348 ribu barel per hari dan menghasilkan produk paling lengkap. Kilang ini menopang sekitar 34 persen kebutuhan BBM nasional serta 60 persen pasokan BBM di Pulau Jawa.












