Pada ajang ini, tiga pedagang berhasil meraih penghargaan transaksi QRIS terbanyak, yakni Yogi (Basreng Sultan), Fina Herlinawati (Fina Food), dan Rasono (Siomay).
Salah satu pemenang, Fina Herlinawati, mengaku terharu atas pencapaian yang diraihnya.
“Saya sangat senang, ini menjadi energi positif untuk terus semangat berjualan. Walaupun perjalanannya tidak mudah karena harus membagi waktu antara produksi, promosi, dan mengerjakan skripsi, namun niat saya membantu orang tua membuat semua tantangan terasa ringan,” ungkap Fina.
Ia juga menilai QRIS sangat membantu kelancaran usahanya, terutama dalam transaksi harian.
“Sekarang orang jarang bawa uang tunai. Dengan QRIS, siapapun bisa bayar hanya dengan scan kode melalui dompet digital tanpa perlu ribet cari uang pas,” jelasnya.
Selain praktis, sistem digital juga mempermudah pencatatan keuangan usaha.
“Semua transaksi tercatat otomatis secara digital, jadi saya bisa pantau pemasukan dengan mudah tanpa takut salah hitung. Usaha jadi terlihat lebih profesional dan terpercaya,” tutupnya.
Apresiasi dari BI diharapkan mampu memotivasi pelaku UMKM lainnya untuk semakin adaptif terhadap teknologi digital.
Digitalisasi dinilai menjadi kunci dalam memperkuat daya saing usaha kecil sekaligus mendukung kemandirian ekonomi, khususnya di tingkat lokal.













