“Kita harus siap mendorong kader sendiri untuk muncul di kertas suara, baik Pilkada maupun Pilpres. Ini adalah cara kita mengukur sejauh mana dukungan masyarakat terhadap nilai-nilai yang kita perjuangkan,” tambahnya.
Menghadapi dinamika sistem pemilu yang dapat berubah sewaktu-waktu, konsolidasi internal dinilai sangat krusial agar mesin partai selalu siap menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat tanpa harus bergantung pada pihak eksternal.
Mengamini instruksi dari pusat, Ketua Dewan Pengurus Wilayah PKS Jawa Tengah, Hadi Santoso, menyatakan optimismenya untuk terus menumbuhkan kekuatan politik di wilayah yang selama ini dikenal amat kompetitif dan dinamis.
Hadi menilai forum bimbingan teknis ini menjadi momentum penting untuk menyinkronkan gerakan dari tingkat pusat hingga ke akar rumput demi melayani rakyat secara optimal.
“Jawa Tengah adalah wilayah dinamis yang sering disebut sebagai kandang yang diperebutkan. Melalui Bimtek ini, kami merapatkan barisan. Anggota legislatif PKS di Jawa Tengah telah teruji loyalitasnya, setiap kali dipanggil untuk tugas partai, mereka selalu siap merapat,” ujar Hadi.
Sebagai langkah konkret penaklukan panggung politik daerah, PKS Jawa Tengah telah meracik strategi terukur melalui formula penguatan kaderisasi yang berkesinambungan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Melalui pergerakan yang solid dan militansi yang kokoh dari seluruh elemen partai, PKS bertekad kuat untuk terus menambah perolehan kursi legislatif sekaligus mengunci posisi strategis sebagai partai papan atas yang dipercaya dan diandalkan oleh masyarakat luas di Jawa Tengah.












