“Kami terus mendorong peningkatan pemahaman masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan produk dan layanan jasa keuangan,” katanya.
Sebagai langkah preventif, OJK Purwokerto juga menggencarkan program literasi keuangan. Sepanjang 2025, sebanyak 116 kegiatan edukasi telah dilaksanakan dengan total peserta mencapai 144.773 orang dari berbagai kalangan, mulai dari pelaku UMKM, santri pondok pesantren, pelajar dan mahasiswa, hingga penyandang disabilitas dan kelompok ibu rumah tangga.
Haramain menegaskan OJK akan terus memperkuat fungsi pengawasan dan perlindungan konsumen di daerah.
“OJK bersama pemerintah dan para pemangku kepentingan akan terus bersinergi menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah dinamika global maupun domestik,” ujarnya.













