Niat Puasa Nisfu Sya’ban dan Qadha Ramadhan: Panduan Lengkap Bagi Umat Muslim

Ilustrasi Muslim Buka Puasa. Foto: Freepik

MyInfo.ID – Niat puasa Nisfu Sya’ban dan Qadha Ramadhan menjadi topik penting yang perlu dipahami umat muslim menjelang datangnya Ramadhan. Di bulan Nisfu Sya’ban, umat islam dianjurkan memperbanyak ibadah, salah satunya dengan menjalankan puasa sebagai bentuk persiapan spiritual sebelum Ramadhan tiba.

Puasa di bulan Sya’ban bukan sekadar amalan sunnah, tetapi juga momentum memperbaiki diri, melunasi kewajiban ibadah, dan mendekatkan hati kepada Allah SWT.

Malam Nisfu Sya’ban 2026 dimulai sejak pergantian hari pada awal pertengahan bulan Sya’ban. Berdasarkan kalender hijriah, malam istimewa ini jatuh pada Senin malam, 2 Februari 2026, setelah waktu Maghrib. Malam ini diyakini sebagai waktu penuh ampunan, refleksi diri, dan pencatatan amal manusia.

Sementara itu, pelaksanaan puasa Nisfu Sya’ban dilakukan keesokan harinya, yakni Selasa, 3 Februari 2026. Banyak muslim memanfaatkan momen ini untuk meningkatkan kualitas ibadah sebelum memasuki Ramadhan.

Puasa di Bulan Sya’ban sebagai Persiapan Ramadhan

Anjuran untuk berpuasa di bulan Sya’ban didasarkan pada hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Siti Aisyah RA:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ: لَا يُفْطِرُ؛ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ: لَا يَصُومُ. وَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ مِنْهُ صِيَامًا فِي شَعْبَانَ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ، وَاللَّفْظُ لِمُسْلِمٍ   

Artinya: Diriwayatkan dari ‘Aisyah ra, ia berkata: “Rasulullah saw sering berpuasa sehingga kami katakan: ‘Beliau tidak berbuka’; beliau juga sering tidak berpuasa sehingga kami katakan: ‘Beliau tidak berpuasa’; aku tidak pernah melihat Rasulullah saw menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali Ramadlan; dan aku tidak pernah melihat beliau dalam sebulan (selain Ramadhan) berpuasa yang lebih banyak daripada puasa beliau di bulan Sya’ban” (Muttafaqun ‘Alaih. Adapun redaksinya adalah riwayat Muslim).

Bulan Sya’ban dikenal sebagai masa latihan menuju Ramadhan. Umat islam dianjurkan memperbanyak puasa sunnah karena pada bulan ini Rasulullah SAW memperbanyak ibadah puasa dibanding bulan lainnya, kecuali Ramadhan.

Kebiasaan ini menjadi teladan bagi muslim agar tubuh dan mental lebih siap menyambut Ramadhan, baik secara fisik maupun spiritual.

Menggabungkan Puasa Nisfu Sya’ban dan Qadha Ramadhan

Bagi umat muslim yang masih memiliki tanggungan Qadha Ramadhan, bulan Sya’ban menjadi waktu yang tepat untuk menunaikannya. Dilansir dari laman NU Online, banyak ulama memperbolehkan penggabungan niat puasa Nisfu Sya’ban dengan Qadha Ramadhan, sehingga satu kali puasa dapat mencakup dua niat sekaligus.

Dengan demikian, muslim tetap bisa meraih keutamaan puasa sunnah Sya’ban sambil menyelesaikan kewajiban puasa Ramadhan yang tertunda.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow