MyInfo.ID – Nama konglomerat media di Indonesia Hary Tanoesoedibjo menjadi sorotan setelah disebut dalam dokumen Jeffrey Epstein Files yang dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS). Dokumen tersebut ramai diperbincangkan di media sosial karena memuat potongan kalimat dengan frasa “Indonesian CIA” yang dikaitkan dengan nama Hary Tanoe, meski konteksnya tidak ditampilkan secara utuh.
Cuplikan dokumen yang menampilkan nama Hary Tanoesoedibjo menyebar luas di platform X (sebelumnya Twitter) dan memicu berbagai spekulasi di ruang publik. Dalam dokumen tersebut, Hary disebut sebagai seorang miliarder yang pernah terlibat dalam pengembangan properti milik Donald Trump, yang saat ini menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat.
Potongan Dokumen Disensor, Makna Kalimat Tidak Utuh
Dalam berkas yang dirilis Departemen Kehakiman AS, sebagian teks sengaja disamarkan dengan blok hitam, sehingga isi kalimat tidak bisa dibaca secara lengkap. Salah satu potongan yang paling banyak dibahas memuat dugaan keterkaitan dengan istilah Indonesian CIA.
“Hary …. introduce him/her to the Indonesian CIA …. Hary … speak Indonesian,” tulis dokumen Epstein yang dirilis Departemen Kehakiman AS, dikutip Senin (2/2/2026).
“Indonesian CIA” Jadi Kata Kunci Viral di Media Sosial
Istilah Indonesian CIA dengan cepat menjadi kata kunci viral di X Indonesia. Topik ini ramai dibahas dalam kolom komentar, utas, hingga unggahan yang mengaitkan nama Hary Tanoesoedibjo dengan Epstein Files, yakni kumpulan dokumen terkait terpidana kejahatan seksual di Amerika Serikat, Jeffrey Epstein.
Sejumlah akun mempertanyakan maksud istilah yang menyoroti kemunculan frasa itu dalam potongan dokumen yang beredar. Namun, hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak yang bersangkutan.
Disebut Pernah Membeli Rumah Donald Trump
Selain isu “Indonesian CIA”, dokumen Epstein juga menyinggung transaksi properti antara Hary Tanoesoedibjo dan Donald Trump. Dalam berkas tersebut disebutkan bahwa Hary pernah membeli rumah Trump di kawasan Beverly Hills dengan nilai yang lebih tinggi dari harga pasar.
“Hary bought his Beverly Hills home from Trump at an inflated price (NFI),” tulis dokumen Epstein Files.
Dokumen yang sama juga menyebutkan kedekatan Trump dengan Israel, meski tidak dijelaskan kaitannya secara langsung dengan nama Hary Tanoesoedibjo.
Munculnya Nama Tidak Berarti Terlibat Kejahatan
Berdasarkan informasi yang beredar, dokumen Epstein Files yang dirilis pemerintah AS mencakup skala sangat besar, yakni sekitar 3 juta halaman, 180.000 gambar, dan 2.000 video, menjadikannya rilis arsip terbesar terkait kasus Epstein hingga saat ini. Dalam konteks ini, kemunculan nama seseorang dalam dokumen tidak serta-merta menunjukkan keterlibatan dalam tindak pidana.
Hal tersebut juga ditegaskan dalam berbagai laporan internasional yang menyebut bahwa dokumen Epstein berisi catatan, email, dan referensi pihak ketiga dengan konteks yang sangat beragam dan tidak selalu berkaitan langsung dengan kejahatan Epstein.
Hingga berita ini diturunkan, pengusaha yang merupakan bos media di Indonesia dan politikus Hary Tanoesoedibjo belum memberikan pernyataan resmi atau klarifikasi terkait viralnya namanya di media sosial X yang dikaitkan dengan Epstein Files maupun frasa “Indonesian CIA” dalam dokumen tersebut.












