Rektor juga menyoroti tantangan serius di wilayah Banyumas, yakni Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan yang masih sekitar 20 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata Jawa Tengah (20–24 persen).
“Tantangan ini menuntut semua pihak, termasuk perguruan tinggi, untuk bekerja lebih keras agar akses pendidikan yang berkualitas dapat merata,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Menteri Arifah memberikan apresiasi atas komitmen Unsoed dan mengajak seluruh perguruan tinggi mendukung gerakan Ruang Bersama Indonesia (RBI).
“RBI adalah gerakan kolaboratif dari seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan berbasis desa/kelurahan, bersinergi menyelenggarakan program berperspektif perempuan dan anak untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” jelasnya.
Menurutnya, gerakan ini dirancang untuk menjawab tantangan perlindungan perempuan dan anak secara holistik dan berkelanjutan, dengan melibatkan desa dan kelurahan sebagai pusat pemberdayaan.













