Mentan Sebut Stok Beras Nasional Berada di Level Tertinggi dalam Sejarah Modern Indonesia

Swasembada Pangan di Depan Mata, Litbang Kompas: Publik Apresiasi Kinerja Kementan. Foto: Kementan

“Ekspor pertanian naik 42 persen sampai Agustus, dan sampai Desember diperkirakan naik 33 sampai 35 persen,” ujarnya.

Dari sisi produksi, Mentan Amran menyebut produksi beras nasional melonjak signifikan dan bahkan melampaui target yang telah ditetapkan Presiden. Data tersebut bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan menjadi dasar optimisme pemerintah terhadap swasembada pangan.

“Produksi beras meningkat 4,17 juta ton. Insyaallah dua minggu kemudian kita bisa umumkan Indonesia swasembada pangan dan tercepat mencapai swasembada pangan di tanggal 1 Januari,” ujarnya.

Reformasi kebijakan juga dilakukan di sektor pupuk. Mentan Amran melaporkan adanya penambahan volume pupuk bersubsidi sekaligus penurunan harga, tanpa menambah beban anggaran negara.

“Pupuk kita volumenya bertambah 700 ribu ton, harganya turun 20 persen. Revitalisasi sudah berjalan dua bulan. Ini tidak menambah anggaran, hanya merubah regulasi yang ada,” jelasnya.

Menutup laporannya, Mentan Amran mengungkapkan bahwa Kementerian Pertanian menerima penghargaan dari FAO. Ia menilai kebijakan Indonesia yang tidak lagi mengimpor beras turut memberi dampak nyata pada stabilitas pangan global.

“Kementerian Pertanian berkontribusi pada dunia. Saat kita impor, harga beras dunia 650 dolar per ton, sekarang 340 dolar atau turun 42 persen. Karena Indonesia tidak lagi impor, harga pangan dunia ikut turun,” pungkas Mentan Amran.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow