Anne menekankan pentingnya kelancaran distribusi komoditas, terutama batu bara, bagi stabilitas industri nasional. “Angkutan batu bara KAI memastikan pasokan energi untuk pembangkit dan industri tetap lancar. Hal ini sejalan dengan fokus pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi serta memastikan keberlanjutan pasokan bagi sektor-sektor strategis,” ujarnya.
KAI juga memiliki keunggulan operasional yang signifikan. Di Pulau Jawa, satu rangkaian kereta barang dapat menarik hingga 30 gerbong, sementara di Sumatra Selatan rangkaiannya bisa mencapai 61 gerbong. Kapasitas besar dan ketepatan jadwal ini dinilai mampu mengurangi beban jalan raya dan memperlancar alur logistik nasional.
Anne menambahkan bahwa KAI menargetkan pertumbuhan angkutan barang hingga 15 persen pada 2029, termasuk proyeksi 111,2 juta ton angkutan batu bara dan 10,9 juta ton angkutan non-batu bara. Strategi ini diperkuat dengan integrasi jalur rel langsung ke pelabuhan, kawasan industri, hingga dry port sehingga rantai logistik dari hulu ke hilir menjadi lebih efisien.
Sepanjang Januari–September 2025, tingkat ketepatan waktu KAI Group juga mencatatkan performa kuat:
- 99,53% ketepatan keberangkatan kereta penumpang
- 96,26% ketepatan kedatangan kereta penumpang
- 96,89% ketepatan keberangkatan kereta barang
- 90,85% ketepatan kedatangan kereta barang
Anne menegaskan, konsistensi ini menjadi fondasi penting dalam menjaga standar layanan. “Seluruh pengembangan yang kami lakukan diarahkan untuk memperkuat peran kereta api dalam ekosistem logistik nasional. KAI berkomitmen menghadirkan layanan yang semakin efisien, terukur, dan terintegrasi sesuai arahan Presiden Prabowo yang kembali ditekankan oleh Menko AHY,” tutup Anne.












