JAKARTA, MyInfo.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti mengajak masyarakat mulai menerapkan gaya hidup hemat energi dari lingkungan sekolah. Langkah ini dinilai menjadi bagian penting dalam transformasi budaya kerja sekaligus penguatan kualitas layanan pendidikan.
Ajakan tersebut mencakup penggunaan transportasi umum, bersepeda, hingga berjalan kaki saat berangkat dan pulang sekolah. Ia juga mengingatkan orang tua agar tidak berlebihan menggunakan kendaraan pribadi untuk mengantar anak.
Di sisi lain, pemerintah daerah didorong menyediakan fasilitas pendukung seperti jalur sepeda guna memperkuat ekosistem transportasi ramah lingkungan.
Transformasi ini sejalan dengan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang kini mulai diintegrasikan ke dalam aktivitas pendidikan.
“Kami ingin memastikan bahwa perubahan ini justru memperkuat kualitas layanan pendidikan, bukan menguranginya. Di saat yang sama, ini adalah kesempatan bagi kita semua untuk mulai dari hal-hal sederhana menghemat energi, menggunakan transportasi publik, dan membangun kebiasaan baru yang lebih baik,” ujar Abdul Mu’ti, Jumat (3/4/2026).
Melalui gerakan ini, sekolah diharapkan menjadi pusat pembentukan kebiasaan positif, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, hingga efisiensi penggunaan sumber daya.
Lingkungan belajar yang sehat dan tertata tidak hanya mendukung proses akademik, tetapi juga membentuk karakter siswa yang peduli terhadap kualitas hidup dan keberlanjutan lingkungan.
“Kami percaya, dengan semangat gotong royong, ASN, satuan pendidikan, dan masyarakat bisa bergerak bersama. Inilah transformasi menuju masa depan di mana kita tetap produktif, layanan tetap hadir, dan pendidikan bermutu dapat dirasakan oleh semua,” lanjutnya.













