News  

Menag Sebut Pesantren Jadi Penopang Peradaban dan Kemandirian Bangsa

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pondok pesantren telah berabad-abad berperan membangun peradaban bangsa. Foto: Kemenag

Selain menjadi pusat pendidikan keagamaan, pesantren juga berperan dalam pemberdayaan ekonomi lokal. Nasaruddin menjelaskan bahwa pesantren secara alami menciptakan ekosistem ekonomi mandiri yang melibatkan masyarakat sekitar.

“Pesantren telah lama menjadi motor penggerak ekonomi lokal,” katanya.

Ia mencontohkan bagaimana kebutuhan pesantren seperti beras, ikan, telur, dan jasa tenaga kerja dipasok langsung oleh masyarakat setempat.

“Kita tidak perlu lagi repot-repot ke pasar, karena masyarakat setempat yang mendatangkan diri ke pesantren menjual langsung ke dapur,” jelasnya.

Menurutnya, di mana ada pesantren, di situ pula tumbuh kemandirian ekonomi masyarakat.

“Masyarakat pesantren itu bukan bersifat konsumtif, tetapi sangat produktif karena menciptakan kemandirian tersebut,” tambahnya.

Menag juga menyoroti keunggulan pesantren dalam menjaga nilai-nilai moral dan budaya bangsa di tengah tantangan zaman.

“Saya ingin menggarisbawahi bahwa pesantren memiliki keunggulan dalam mengajarkan nilai-nilai yang kini semakin langka, yaitu moralitas yang tinggi, kesantunan yang sangat terpuji, mengasah keimanan, serta mengajarkan kekayaan sosial dan budaya,” pungkasnya.

Pernyataan Nasaruddin Umar tersebut memperkuat komitmen Kementerian Agama untuk terus melindungi, memajukan, dan memperkuat peran pesantren sebagai penopang moral dan peradaban bangsa. Program Prioritas Kemenag diharapkan dapat berjalan optimal demi mendukung Asta Cita Pembangunan Nasional yang berlandaskan nilai-nilai luhur dan spiritualitas.

Related Images:

Follow WhatsApp Channel My Info untuk update berita terkini setiap hari! Follow